Kamis, 17 Maret 2016

,

Jadwal Piala Bhayangkara 2016



10 tim terbaik Indonesia akan memperebutkan Piala Bhayangkara dan hadiah juara senilai Rp 2,5 miliar. Penghuni Grup A terdiri dari Pusamania Borneo FC (PBFC), Persib Bandung, PS TNI, MitraKukar, dan Sriwijaya FC. Kelimanya akan bermain di Stadion Si Jalak Harupat. Sedagkan Grup B yang dilaksanakan di Stadion I Wayan Dipta yaitu, Bali United, Arema Cronus, Persipura Jayapura, PS Polri, dan Persija Jakarta.


Partai pembuka turnamen ini mempertemukan Persib Bandung Vs Mitra Kukar degan hasil 1-1. Berikut jadwal lengkap babak penyisihan grup Piala Bhayangkara tahun 2016:

17 Maret 2016:
Mitra Kukar vs Persib - 20.00 WIB

18 Maret 2016:
Pusamania Borneo FC vs SFC - 15.00 WIB

19 Maret 2016:
Persija vs PS Polri - 15.00 WIB 
Arema vs Bali United - 17.40 WIB 

20 Maret 2016:
SFC vs PS TNI - 15.00 WIB
Persib vs Pusamania Borneo FC - 17.40 WIB 

21 Maret 2016:
PS Polri vs Persipura - 15.00 WIB 
Bali United vs Persija - 17.40 WIB 

22 Maret 2016:
PS TNI vs Pusamania Borneo FC - 15.00 WIB 
SFC vs Mitra Kukar - 17.40 WIB 

23 Maret 2016:
Persipura vs Persija - 15.00 WIB 
Arema vs PS Polri - 17.40 WIB 

24 Maret 2016:
Pusamania Borneo FC vs Mitra Kukar - 15.00 WIB 
PS TNI vs Persib - 17.40 WIB 

25 Maret 2016:
Bali United vs Persipura - 15.00 WIB
Persija vs Arema - 17.40 WIB 

26 Maret 2016:
Mitra Kukar vs PS TNI - 15.00 WIB
Persib vs SFC - 17.40 WIB

27 Maret 2016:
PS Polri vs Bali United - 15.00 WIB
Persipura vs Arema - 17.40 WIB 

*disiarkan langsung oleh Net.TV

Resep Membuat Donat Mudah



Bahan

Terigu Protein Tinggi 400 gram
Telur 1 Butir
Ragi Instan 1 sdt
Garam
Gula
Air
Minyak Goreng

Cara membuat

Campur Terigu, Ragi, dan Gula 4 sendok makan (sdm)
Masukan telur dan minyak goreng 3 Sdm
Sedikit garam
Tambahkan air sedikit dan aduk hingga kalis
Bulatkan adonan

*Tutup adonan dengan lap basah -+45 menit

Bagi adonan menjadi 12 bagian (sesuai selera)
Tutup dengan lap basah kembali -+ 35 menit

Lubangi bagian tengah, dan masak dengan minyak panas api sedang.

Toping Donat (Sesuai Selera)

Sederhana: beri toping gula tepung saja.






Resep Nasi Goreng Pedas Gurih Tanpa Kecap


Bahan – bahan

500 gram nasi putih yang sudah masak
Telur 1 Buah
Sayuran (sesuai selera : jagung, sosin, brokoli)
2 sendok makan minyak goreng untuk menumis
daging ayam yang sudah matang, kemudian potong panjang dan tipis. (Sebagai tambahan saja)
Telor mata sapi (Sebagai tambahan saja)

Bumbu

4 buah cabai merah, buang biji
6 buah bawang merah
3 siung bawang putih
( Haluskan cabai dan bawang)
Penyedap rasa
1 sdt garam
Merica

Langkah untuk membuat nasi goreng

Siapkan wajan, masukan minyak setelah panas,
Tumis bumbu halus hingga harum.
Masukkan Telur, orak-arik dan sayuran.
Masukkan nasi, aduk terus hingga rata betul di atas api kecil,
Masukan garam, penyedap dan sedikit merica. Angkat.
Sajikan dengan taburan bawang goreng, dan irisan tipis daging ayam, telor mata sapi.


Rabu, 16 Maret 2016

Tanda - Tanda Pasangan Anda Selingkuh



Selingkuh itu menyalahi komitmen dalam suatu hubungan.  Alasan yang paling sering dikemukakan bagi para pecinta selingkuh adalah “ Selingkuh, itu biasa. Ngak apa-apa kan kita masih muda masih cari-cari pilihan terbaik”. Memang masih muda, namun kita harus bisa mulai belajar menghargai orang lain. Kalau tidak siap untuk berkomitmen lebih baik jangan menjalin suatu hubungan, karena akan ada pihak lain yang tersakiti karena hal tersebut.

Tanda-tanda pasangan kita selingkuh menurut Dianawati (2007) :

  • Menjadi super sibuk. Banyak alasan saat kita membutuhkannya, biasanya dia selalu ada waktu untuk kita mendadak super sibuk dan seolah menghindar

  • Royal dan Romantis berlebihan. Selalu membuat pasangan bahagia dengan memberikan kejutan-kejutan. Padahal itu adalah cara menutupi perselingkuhannya

  • Punya Banyak Rahasia. Tiba-tiba dia seperti orang asing. Jarang ngobrol dan lebih banyak diam. Cenderung terlihat malas berkomuniaksi dengan anda.

  • Ganti Penampilan dan Berbeda Pendapat. Kalau laki-laki atau perempuan sedang jatuh cinta, cenderung menjadikan penampilan adalah nomor satu.  Atau mendadak punya hobi baru. Contoh, anda tau pasangan anda tidak suka nonton film drama, mendadak suka nonton film drama. Anda tau pasangan anda tidak suka nonton bola, mendadak ingin tau tentang dunia bola.

  • Tidak Fokus Saat Bersama. Cederung tidak fokus, saat anda tanya sesuatu hal, dan sering mengalihkan topik pembicaraan. Sibuk dengan Gadgetnya.

  • Lebih Cepat Marah. Pertanyaan-pertanyaan kita dianggapnya sebagai interogasi. Maka, dia sering marah-marah karena merasa dicurigai. dan terancam

  • Perhatian Menurun. Inilah akibat dari adanya pihak ketiga. Perubahan drastis terlihat, si dia seolah acuh tak acuh.

  • Melupakan hal-hal penting. Lupa dengan janjinya, lupa dengan waktu-waktu penting anda misalnya hari jadi.




Kelebihan dan Kekurangan Memiliki Apartemen



Bagian dari gaya hidup masyarakat kota besar saat ini adalah dengan memiliki sebuah apartemen. Lokasi apartemen yang strategis, dan tersedianya fasilitas pendukung di dalam kawasannya menjadikan property ini menjadi salah satu favorit masyarakat masa kini.

Apartemen terbagi atas 4 kelas yaitu:

Rumah susun, 

Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun merumuskan bahwa rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama. 

Apartemen Subsidi (Rusunami),

Rusunami adalah singkatan dari rumah susun sederhana milik, yaitu bangunan bertingkat yang dibangun dalam satu lingkungan tempat hunian yang memiliki wc dan dapur, baik menyatu dengan unit meupun bersifat publik. Rusunami dapat diperoleh melalui kredit kepemilikan rumah dengan subsidi atau tanpa subsidi.

Apartemen,

Menurut Oxford English Dictionary definisi Apartemen adalah beberapa ruangan yang merupakan tempat tinggal, atau berbentuk flat. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia apartemen adalah 1) tempat tinggal (terdiri atas kamar duduk, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dsb) yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat; rumah flat; rumah pangsa. 2) Bangunan bertingkat yang terbagi dalam beberapa tempat tinggal.

Kondominium.

Bentuk hak guna perumahan dimana bagian tertentu real estat (umumnya kamar apartemen) dimiliki secara pribadi sementara penggunaan dan akses ke fasilitas seperti lorong, sistem pemanas, elevator, eksterior berada dibawah huukm yang dihubungkan dengan kepemilikan pribadi dan dikontrol oleh asosiasi pemilik yang menggambarkan kepemilikan seluruh bagian. Sebutan ini sering digunakan untuk merujuk pada unit itu sendiri menggantikan kata "apartemen".


Dari segi Furniture  teragi atas 3 yaitu, Unfurnished, Semi furnished, dan Full furnished.

Banyak hal yang bisa dibahas mengenai sebuah apartemen. Namun, saat ini kamar publik akan membahas mengenai keuntungan dan kerugian memiliki sebuah apartemen.

Kelebihan memiliki sebuah apartemen

  • Apartemen pada umumnya memiliki lokasi yang strategis.
  • Apartemen memiliki fasilitas hunian yang lebih lengkap dibandingkan rumah. Di dalam lingkungan apartemen biasanya disediakan fasilitas-fasilitas yang dapat di akses dengan mudah oleh penghuninya. Diantaranya, seperti taman, lapangan tenis, kolam renang, pusat kebugaran, tempat spa, atau sauna dan lain sebagainya. 
  • Semua fasilitas yang berhubungan dengan kebersihan dan pemeliharaan gedung akan menjadi tanggung jawab pihak pengelola. Tentunya ada iuran yang mesti dikeluarkan setiap bulannya.
  • Privasi yang dapat lebih terjaga dibandingkan dengan hunian rumah.
  • Prestis, persepsi masyarakat terhadap unian apartemen masih menjadi salah satu hunian yang menjadi simbol kesuksesan. Wajar saja, mengingat lokasi dan fasilitas yang diberikan oleh apartemen hampir mirip dengan hotel.
  • Apartemen dapat dijadikan sebagai lahan investasi, salah satu keuntungan berinvestasi di apartemen adalah nilai sewa apartemen yang tinggi dibandingkan dengan rumah kontrakan.

Kekurangan memiliki sebuah apartemen
  • Lahan yang sempit, apartemen tidak di desain untuk memiliki halaman.
  • Resiko gedung bertingkat, tempatnya yang berada di gedung membuat resiko menjadi lebih besar dibandingkan dengan rumah. Resiko tersebut seperti resiko gempa ataupun kebakaran.
  • Adanya peraturan yang harus diikut,
  • Renovasi adalah hak pengelola, meskipun apartemen tersebut milik pribadi dilarang untuk melakukan perubahan terhadap bentuk fisik apartemen .
  • Kejelasan sertifikas, Pemilik harus memperhatikan apakah sertifikat yang diberikan adalah HGB (Hak Guna Bangunan) atau HPL (Hak Pengelolaan Lahan). Jika sertifikat merupakan HGB murni, maka itu artinya lahan tersebut menjadi hak milik pihak pengembang sehingga sertifikat HGB tetap dapat diperpanjang apabila kontraknya sudah habis. Namun jika HGB di atas HPL, maka berarti lahan dimana apartemen tersebut didirikan bukanlah menjadi hak milik pengembang, melainkan adanya kerjasama antara pihak lain. Oleh sebab itu, legalitas sebuah hunian menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh calon pembeli.



Selasa, 15 Maret 2016

Jusuf Sjarif Badudu : Mengenang



“Gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar”. Itulah ungkapan dari Jusuf Sjarif Badudu yang sangat dikenal saat TVRI sebagai satu-satunya siaran televisi di Indonesia.

Seorang sastrawan dan salah satu pakar bahasa Indonesia Jusuf Sjarif Badudu meninggal dunia. Bapak  dari sembilan anak ini lahir di Gorontalo tanggal 19 Maret 1926. Jusuf Sjarif Badudu atau dikenal JS Badudu, meninggal di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (12/3) pukul 22.10 WIB. JS Badudu meninggal pada usia 89 tahun. Beliau berpulang meninggalkan sembilan anak, sembilan menantu, 23 cucu, dan dua orang cicit.

Badudu memperoleh gelar doktor dalam ilmu-ilmu sastra khusus linguistik pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Badudu aktif mengikuti Konggres Linguistik di Amsterdam, peserta di Utrech-Nederland, dan memberikan ceramah mengenai bahasa Indonesia dan perkembangannya pada fakultas Sastra Universitas Sorbonne di Paris, kunjungan kuliah dan diskusi Universitas Hull dan Universitas London.

Selain sebagai Guru Besar Linguistika pada Universitas Padjadjaran, Badudu juga mengisi ruang bahasa Indonesia di TVRI sejak tahun 1977 sampai tahun 1979 dan kemudian Jusuf berhasil memperoleh gelar Profesor. Sebagai orang yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan bahasa Indonesia, Beliau telah mengabdikan diri sebagai guru sejak usia 15 tahun 5 bulan.

Dalam usia 76 tahun, Badudu tidak hanya aktif sebagai guru, dosen, penatar bahasa Indonesia, tetapi juga aktif sebagai seorang penulis artikel tentang bahasa Indonesia di dalam surat kabar dan majalah. Kemudian sejak tahun 1977, Badudu menjadi seorang penulis atau pengisi rubrik tentang pembinaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di majalah Intisari Jakarta. Kemudian Badudu menulis buku-buku yang berisi tuntunan tentang penggunaan bahasa Indonesia untuk pelajar, mahasiswa, dan umum.

Dilansir dari profil.merdeka.com ini adalah riwayat hidup Jusuf Sjarif Badudu.

Pendidikan
  • Sekolah Rakyat di Ampana, Sulawesi Tengah (1939),
  • Kursus Volksonderwijser/CVO di Luwuk, Sulawesi Tengah (1941),
  • Normaal School di Tentena, Sulawesi Tengah (1951),
  • B-1 Bahasa Indonesia di Bandung (1955),
  • S-1 Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, Bandung (1963),
  • Postgraduate Linguistics di Leidse Rijksuniversiteit Leiden, Belanda (1971),
  • Doktor Ilmu Sastra dengan pengkhususan linguistik Universitas Indonesia (1975).
Karir

Guru sekolah dasar di Ampana, Sulawesi Tengah (1951).
Guru SMP di Poso, Sulawesi Tengah (1951 - 1955).
Guru SMA di Bandung (1955 - 1964).
Dosen di Fakultas Sastra, Universitas Padjadjaran, Bandung (1965 - 1991).
Guru Besar Linguistik pada Program Pascasarjana (S2 dan S3) Universitas Padjadjaran Bandung dan Universitas Pendidikan Nasional (1982 - sekarang).

Atas sumbangsih dan pengabdiannya di bidang bahasa, ia menerima penghargaan tiga tanda kehormatan dari pemerintah, yakni :
  • Satyalencana Karya Satya (1987),
  • Bintang Mahaputera Nararya (2001), dan
  • Anugerah Sewaka Winayaroha (2007).
Dan ini adalah beberapa karya dari Beliau,
  • Pelik-Pelik Bahasa Indonesia
  • Membina Bahasa Indonesia Baku (2 jilid)
  • Bahasa Indonesia: Anda bertanya? Inilah jawabnya
  • Ejaan Bahasa Indonesia
  • Sari Kesusasteraan Indonesia untuk SMA (2 jilid)
  • Buku dan Pengarang
  • Belajar memahami Peribahasa (6 jiIid)
  • Peribahasa
  • Mari Membina Bahasa Indonesia Seragam (3 jilid)
  • Penuntun Ujian Bahasa Indonesia untuk SMP (Catatan: Buku no. 7 s.d. 10 tidak diterbitkan lagi).
  • Inilah Bahasa Indonesia Yang Benar II

Badudu juga pernah melakukan penelitian bahasa, antara lain:
  • Morfologi Bahasa Indonesia Lisan (Pusat Bahasa)
  • Morfologi Bahasa Indonesia Tulisan (Pusat Babasa)
  • Perkembangan Puisi Indonesia Tahun 20-an hingga tahun 40-an (Pusat Bahasa)
  • Buku Panduan Penulisan Tata Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (Pusat Bahasa)
  • Bahasa Indonesia di Daerah Perbatasan Bogor—Jakarta (Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran Bandung).
Sebagai pakar bahasa yang sangat berpengalaman, Badudu juga telah menyusun beberapa kamus, antara lain:

Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia, 1975
Kamus Umum Bahasa Indonesia (Badudu — Zain), 2001
Kamus Bahasa Indonesia untuk Pendidikan Dasar (sedang diselesaikan)

Kamus Kata-Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia, 2003

*
Selamat Jalan Prof. Dr. H. JS Badudu. 
Terima kasih Atas Dedikasimu.

Cara Mengobati Kaligata


Kaligata atau biduran merupakan suatu bentuk alergi, dalam bahasa medis kaligata disebut dengan urtikaria. Obat-obat anti alergi yang dijual di pasaran hanya akan mengurangi gejala sementara. 

Cara menghilangkan kaligata, yaitu dengan menghilangkan pencetus alerginya. Apabila tidak dihilangkan maka akan terus terasa gatal. Kaligata akan timbul ketika kondisi fisik kita tidak baik.

Kaligata bukanlah penyakit menular, tetapi terdapat beberapa pemicu alergi yang menjadi penyebab kaligata yaitu:

  • Makanan - seperti kerang dan makanan laut lainnya, susu, telur, kacang-kacangan, coklat, keju, tomat, produk olahan kedelai dan stroberi,
  • Obat-obatan - seperti antibiotik, aspirin dan kodein,
  • Infeksi - termasuk infeksi oleh bakteri, virus atau parasit,
  • Jenis tanaman tertentu (getah, daun dll),
  • Suhu dingin,
  • Sinar matahari atau panas,
  • Berolahraga dan berkeringat,
  • Sengatan lebah dan serangga beracun lainnya,
  • Kondisi kesehatan lain - seperti lupus eritematosus sistemik, rubella, gangguan tiroid, radang pembuluh darah (vaskulitis) dan hepatitis,
  • Stres emosional.

Sedangkan gejala-gejala yang timbul akibat kaligata yaitu:

  • Muncul ruam melingkar dan terlihat seperti bekas gigitan nyamuk,
  • Ruam berwarna merah pada tepi luar dan berwarna putih di tengahnya,
  • Gatal dan seringkali terasa panas,
  • Ruam muncul dalam bentuk tunggal atau kelompok,
  • Apabila digaruk akan semakin banyak,
  • Apabila ruam muncul dengan berlebihan pada kelopak mata, bibir, alat kelamin atau jika mengakibatkan kesulitan bernapas atau menelan, segera meminta pertolongan medis,
  • Kaligata akut akan hilang sendiri dalam beberapa jam atau bebrapa hari saja tanpa pengobatan. Namun, kaligata juga dapat terus berlangsung lama dan sukar diobati. 
Cara terbaik untuk mengobati kaligata adalah dengan menemukan penyebabnya dan kemudian menghindarinya. Pengobatan untuk kaligata akut atau kambuh antara lain:

  • Obat-obatan, seperti antihistamin (CTM) dan kortikosteroid (Dexamethasone atau Prednisone), untuk mengurangi respon sistem kekebalan tubuh,
  • Menghindari pemicu  alergi yang dikenal, 
  • Menghindari faktor-faktor yang memperburuk kondisi - seperti kondisi panas (termasuk sinar matahari dan mandi air panas) dan dingin.

Selain itu, obat alami lainnya dengan mengoleskan minyak kayu putih dan minyak zaitun, Akar rosa multifona thumb, dan Bawang merah serta daun kelor.

* Selalu di ingat jangan digaruk! Karena garukan akan menyebabkan reaksi radang semakin hebat dan rasa gatal semakin meluas.


Sumber: www.medkes.com